Photobucket

Welcome ^_^


Jumat, 17 Desember 2010

Media Filipina Kecam Sikap Fans Indonesia

    Supporter Timnas: Indonesia Lawan Filipina 
         (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

Pendukung Indonsia disebut menampilkan 'buruknya sportivitas'.

VIVAnews - Indonesia berhasil memenangkan pertandingan pertama semifinal Piala AFF 2010 atas Filipina, Kamis 16 Desember 2010. Tim Merah Putih yang bertindak sebagai 'tim tamu' menang tipis 1-0 di  Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Sorak-sorai dan gegap gempita para fans Timnas membahana.
         
Semangat fans Indonesia dalam turnamen ini memang patut diacungi jempol. Tiket masuk Gelora Bung Karno ludes dibeli. Kamis tadi malam itu, Gelora Bung Karno dipenuhi 80 ribu penonton. Nyanyian Garuda di Dadaku berkumandang. Orang-orang datang dengan rupa-rupa atribut. Dari bendera merah putih hingga mencat tubuh sendiri merah putih.

Dukungan model beginian lazim dalam banyak pertandingan sepak bola. Yang tidak lazim adalah bila dukungan itu sudah menganggu sportivitas. Soal sportivitas penonton itulah yang ramai diberitakan media

Rabu, 15 Desember 2010

Eksperimen 1_MILLIKAN OIL DROP

Quantcast


Selama periode tahun 1909 – 1913, Robert A Millikan (1868 – 1953) mempresentasikan suatu set eksperimen tentang pengukuran muatan elementer elektron e, dan mendemonstrasikan sifat kuantitasi muatan elektronik. Diagram pada gambar 1 menunjukkan peralatan Millikan yang terdiri dari dua plat logam sejajar (i.e sebagai lempeng kapasitor sejajar). Muatan tetes minyak disemprot dan akan melewati lubang kecil (pin hole) bagian atas lempeng. Berkas cahaya (i.e. sinar X) diarahkan secara horisontal untuk mengiluminasi tetes tersebut agar mudah teramati via teleskop yang sumbunya tegak lurus terhadap berkas cahaya tersebut. Dalam keadaan ini, tetes-tetes minyak tersebut tampak sebagai ‘bintang terang’ (Millikan Shinning Stars) yang dilatarbelakangi oleh kegelapan layar, dan kecepatan gerak tetes ini dapat ditentukan.

Dengan anggapan bahwa satu tetes minyak jatuh yang bermassa m dan membawa muatan q, dan bermuatan negatif yang teramati.Dengan memberikan medan listrik dengan cara menghubungkan lempeng-lempeng pada

MISTERI LINTASAN LURUS


“Perjalanan yang dulu biasa memakan waktu 25 menit dengan tongkat panjang, kini 5 menit lebih cepat dengan menggunakan ‘Tongkat Kelelawar’”, kata Andrew Saies. Andrew merupakan salah satu di antara ‘para pendekar bertongkat kelelawar’ yang kini bisa berkelana lebih leluasa berkat tongkat itu. Sebelum membahas tongkat ‘sakti’ kelelawar temuan para ilmuwan Eropa ini, sekali lagi marilah kita kaji kehebatan jurus ‘sang guru’, yakni kelelawar…

Masih ada sifat menakjubkan lain dari sistem ekolokasi kelelawar atau perangkat untuk menentukan tempat dengan gema. Pendengaran kelelawar telah tercipta sedemikian rupa sehingga ia tidak dapat mendengar suara lain selain dari yang dipancarkannya sendiri. Rentang frekuensi yang mampu didengar oleh makhluk ini sangat sempit, yang lazimnya menjadi hambatan besar untuk hewan ini karena Efek Doppler, sebuah istilah ilmiah di bidang fisika tentang gelombang suara. Menurut Efek Doppler, jika sumber suara dan penerima suara keduanya sama-sama tak bergerak, maka penerima akan mengindera frekuensi yang sama dengan yang

Selasa, 14 Desember 2010

10 Fakta Yang Tidak Anda Ketahui Tentang Bermukim di Luar Angkasa

 
1. Radiasi kosmik membuat mata berhalusinasi bahwa telah terjadi “kilatan” misterius
 

2. Anda akan tumbuh lebih tinggi. Ya, gravitasi kan sangat minim disana, jadi tubuh anda seperti “tertarik” dan memanjang.
 
3. Anda akan berhenti mendengkur. Tidurnya aja  diikat gini + gravistasi yang lemah. Dijamin

Rabu, 08 Desember 2010

Dinosaurus, Efek Samping Pemanasan Global


Tyrannosaurus Rex, reptil yang berevolusi akibat global 
warming (worldlatestnews.com)

Saat Bumi menjadi semakin panas, hujan berhenti turun dan hutan hujan tropis mengering.

VIVAnews - Pemanasan global menghancurkan hutan hujan tropis sekitar 300 juta tahun yang lalu. Kini ilmuwan melaporkan temuan mengejutkan yang mengungkapkan bahwa pemanasan global memicu evolusi drastis di kalangan reptil.

Evolusi tersebut, secara tidak sengaja membuka jalan munculnya dinosurus, 100 juta tahun kemudian. Meningkatnya suhu global terjadi di periode Carboniferous.

Di saat itu, Eropa dan Amerika Utara berada di kawasan khatulistiwa dan memiliki hutan hujan tropis yang cukup luas. Namun, saat suhu Bumi semakin panas dan kering, hutan hujan menjadi tandus dan memicu evolusi reptil.

Saat Bumi menjadi semakin panas, hujan berhenti turun dan hutan hujan tropis mengering. Hutan yang sangat luas kemudian terpecah-pecah menjadi beberapa

Hewan 'Gaul' Otaknya Lebih Besar

Otak binatang memiliki korelasi dengan sifat sosialnya
(AP Photo/Eduardo Verdugo)

Otak anjing lebih besar dari kucing. Ini sebabnya.

VIVAnews -  Aspek sosial pada binatang ternyata membawa manfaat yang baik. Berdasarkan penelitian terakhir dari para ilmuwan, sifat sosial membuat ukuran otak berkembang menjadi lebih besar.

Studi terbaru terhadap lebih dari 500 spesies mamalia, mengungkapkan bahwa binatang yang hidup di kelompok sosial memiliki ukuran otak yang lebih besar daripada binatang yang hidup sendirian.

Ini menjelaskan mengapa ukuran otak anjing lebih besar daripada ukuran otak kucing yang hidup soliter. Pakar biologi evolusi sejak lama berasumsi bahwa setiap spesies memiliki ukuran otak yang kurang lebih relatif sama dengan porsi ukuran tubuhnya.

Namun, menurut para peneliti dari Oxford, Dr Susanne Shultz dan Profesor Robin Dunbar, pada kenyataannya, ukuran otak tidak bisa disimpulkan secara sederhana seperti itu. Lebih lanjut, aspek