Photobucket

Welcome ^_^


Minggu, 19 Desember 2010

Kunci Kemenangan Indonesia Harus Main Lepas


        Pemain timnas Indonesia merayakan gol 
                   (ANTARA/Andika Wahyu)

Bila bisa mengatasi itu, Indonesia bisa menang telak seperti lawan Laos dan Malaysia.

VIVAnews - Timnas Indonesia tidak boleh menganggap remeh Filipina di laga semifinal 2 meski pertandingan sebelumnya menang 1-0. Apalagi, hasil itu masih belum aman bagi tim Merah Putih.

Dengan hasil tipis yang diperoleh Indonesia, pemain Filipina pastinya akan bermain ngotot di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu 19 Desember 2010 malam.

Pelatih Persema Malang berkebangsaan Jerman, Timo Scheunemann, menilai pada pertandingan pertama, pertahanan Philipina cukup bagus dan disiplin, hal ini membuat Firman Utina dan kawan-kawan kerepotan dalam menerobos pertahanan Philipina.

"Kolektifvitas pertahanan Philipina sangat bagus. Maklum, karena sebagian pemain naturalisasi Philipina terbiasa dengan sistem permainan pola modern, yakni 4-4-2, seperti yang diterapkan di Eropa," kata Timo yang juga melambungkan nama pemain naturalisasi Indonesia, Irfan Bachdim itu.

Bachdim Cadangan, Indonesia Mainkan Yongki


   Bambang Pamungkas (kiri) dan Yongki Aribowo
                      (VIVAnews/Adri Irianto)

Firman Utina yang sempat mengalami cedera lutut justru menjadi starter.

VIVAnews - Pelatih Indonesia, Alfred Riedl mengambil keputusan mengejutkan dengan menaruh Irfan Bachdim di bangku cadangan saat melawan Filipina.

Striker muda Yongki Aribowo menggantikan posisi Bachdim bermain sejak awal alias menjadi starter dalam laga semifinal 2 Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu malam, 19 Desember 2010. Bachdim memang disebut-sebut mengalami cedera selangkangan.

Sedangkan gelandang Firman Utina yang sempat mengalami cedera lutut justru menjadi starter. Berikut susunan pemain Indonesia melawan Filipina:

INDONESIA (4-4-2): Markus Horison; Muhamad Nasuha, Hamka Hamzah, Maman Abdulrahman, Zulkifli Syukur; Ahmad Bustomi, Firman Utina, Oktovianus Maniani, Muhamad Ridwan; Yongki Aribowo, Christian Gonzales.

Babak I, El Loco Bawa Indonesia Unggul


      Christian Gonzales (ANTARA/Andika Wahyu)

Gol keunggulan Merah Putih dicetak di menit 43.

VIVAnews - Tim nasional Indonesia berhasil unggul 1-0 atas Filipina hingga turun minum. Gol keunggulan Merah Putih dicetak Christian El Loco Gonzales di menit 43.

Bertanding di hadapan ribuan suporter Merah Putih yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu 19 Desember 2010, Merah Putih langsung tampil agresif.

Diawali dengan tembakan spekulasi Firman Utina saat pertandingan baru berjalan dua menit, serangan bergulung Merah Putih memaksa Filipina lebih banyak bertahan.

Namun Filipina terbilang efektif membangun jebakan offside. Hasilnya, beberapa kali Yongki Aribowo, Cristian 'El Loco' Gonzales bahkan Oktovianus Maniani terjebak offside.

Sabtu, 18 Desember 2010

Pakaian Baru Astronot Lebih Sehat


                      MIT/James Waldie

KOMPAS.com — Peneliti gabungan dari Man-Vehicle Laboratory Massachusetts Institute of Technology tengah mengerjakan prototipe satu setel pakaian khusus untuk para penjelajah antariksa alias astronot. Pakaian tersebut dirancang lebih sehat agar dapat membantu mengurangi terjadinya kehilangan massa tulang saat berada di ruang angkasa.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kondisi gangguan fisiologis selama penerbangan angkasa yang berdurasi panjang meskipun astronot melakukan latihan fisik setiap hari selama dua jam. Kasus yang sering terjadi adalah berkurangnya massa tulang (bone loss) akibat tak ada daya gravitasi.

Setelan yang disebut gravity loading countermeasure skinsuit (GLCS) ini melekat pas di badan. Pakaian ini menambah tekanan pada tulang. Besarnya tekanan itu mirip tekanan pada saat orang berada di gravitasi Bumi. GLCS didesain tanpa lengan karena lengan astronot tidak terlalu terpengaruh. GLCS dibuat untuk dipakai dalam pesawat.

Hah... Planet Bisa Reinkarnasi?



               NASA - Planet di luar tata surya

KOMPAS.com - Selama ini, planet-planet ditemukan di sekitar bintang membentuk suatu sistem tata surya. Secara teori, saat bintang-bintang yang menjadi pusat tata surya mati dan meledak, planet pun akan urut hancur. Lantas, apa yang terjadi kemudian? 

 


Mungkin enggak bintang yang sudah mati ini masih memiliki planet. Atau mungkinkah planet yang sebelumnya terbakar dan hancur bisa terbentuk lagi, jadi seperti reinkarnasi begitu?



Setelah menemukan 15 planet ekstrasurya sejak melakukan penelitian intensif tahun 1999, Johny Setiawan, seorang astronom asal Indonesia yang bekerja di Max Planck Institut fur Astronomie, Jerman tergelitik dengan pertanyaan tersebut. Ia bahkan sampai terpikir kalau planet yang hancur setelha bintangnya mati bisa terbentuk lagi. Mirip reinkarnasi.

Alam Semesta Kita Bukan Satu-satunya?

 
                    Ilustrasi Alam Semesta

KOMPAS.com — Beberapa waktu lalu dua ahli astronomi, yakni Roger Penrose dari Universitas Oxford dan Vahe Gurzadyan dari Yerevan State University di Armenia, mengemukakan teori baru alam semesta, yang pernah ditulis dalam artikel Kompas.com "Alam Semesta Sudah Ada Sebelum Big Bang".



Berdasarkan temuan adanya lingkaran konsentris kosmos, dalam teorinya kedua ilmuwan itu mengungkapkan bahwa alam semesta tercipta lewat sebuah siklus aeon. Setiap siklus diakhiri dengan sebuah big bang yang juga menjadi tanda berawalnya siklus baru.

Singkatnya, sebelum masa kita hidup sekarang, telah terdapat masa yang lalu. Masa lalu tersebut diakhiri oleh big bang yang dikenal sekarang, yang merupakan big bang terakhir sejauh ini. Nantinya, masa kita akan berakhir juga dengan sebuah big bang lagi.